JENIS JENIS ASURANSI DAN PERHITUNGANYA

Sebelum membahas tentang jenis-jenis asuransi jiwa, apakah ada diantara Anda yang masih berpikir bahwa membeli asuransi jiwa itu tidak penting? Jika ada, ada baiknya untuk menyimak beberapa fakta di bawah ini yang membuat asuransi jiwa begitu penting untuk seluruh masyarakat:

  • Setiap 7 orang yang meninggal di Indonesia, 1 diantaranya karena stroke.-Kementerian Kesehatan Indonesia, 2011.
  • Kematian akibat penyakit tidak menular meningkat menjadi 59,5% pada tahun 2007.-Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, 2011.
  • Berdasarkan survei World Health Organization (WHO) 2002, 10 penyebab kematian di Indonesia adalah jantung koroner, tuberkolosis, kelainan pembuluh darah, penyakit pernafasan, penyakit bayi baru lahir, penyakit paru-paru, kecelakaan lalu lintas, diabetes mellitus, darah tinggi, dan diare.
  • Tower Watson 2011 Global Medial Trends menyebutkan biaya pengobatan kesehatan di Indonesia meninggkat 10 hingga 14% dalam tiga tahun terakhir.

Fakta-fakta ini merupakan alasan yang cukup logis untuk membeli asuransi jiwa. Anda pasti tidak mau kan ketika Anda meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total menyusahkan keluarga Anda?

Well, jika Anda sudah tertarik untuk membeli asuransi jiwa, Anda harus tahu terlebih dahulu jenis-jenis asuransi jiwa agar bisa membeli produk asuransi yang tepat. Saat ini ada tiga jenis produk asuransi jiwa yang digunakan oleh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Produk-produk tersebut adalah:

 

 

 

 

Asuransi Term Life

Asuransi term life (berjangka) berfungsi untuk memberi proteksi kepada tertanggung dalam jangka waktu tertentu saja. Kelebihan produk ini adalah nasabah mendapatkan kebebasan dalam menentukan premi sesuai kemampuan mereka. Idealnya, premi asuransi ini dimulai dari Rp. 250.000 per bulan.

Kelebihan lainnya adalah uang pertanggungan yang bisa didapat oleh pemegang polis bisa mencapai milyaran rupiah. Ini berarti bahwa ketika tertanggung meninggal dunia ketika masa kontrak masih aktif, maka keluarga tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan yang sangat banyak.

Sementara itu, kekurangan asuransi jiwa berjangka adalah tertanggung bisa saja kehilangan polis dan uang pertanggungan mereka jika dia tidak mengalami masalah kesehatan dan meninggal dunia hingga masa kontrak habis. Hal inilah yang membuat banyak pengguna asuransi mulai meninggalkan produk asuransi ini.

 Asuransi Whole Life

Asuransi whole life (seumur hidup) adalah produk asuransi yang memberikan manfaat proteksi hingga 99 tahun. Bagian terbaiknya adalah asuransi ini memungkinkan para pemegang polis untuk mendapatkan nilai tunai dan polis yang sudah dibayarkan. Nilai tambah lainnya adalah jika para tertanggung tidak dapat membayar angsuran premi secara berkala, mereka bisa menggunakan nilai tunai dari premi yang sudah dibayar untuk membayar premi selanjutnya.

Kekuranganya adalah premi asuransi ini lebih mahal dibandingkan premi asuransi term life (bisa mencapai 2 kali lipat atau bahkan lebih). Hal ini sebabkan karena angka harapan hidup masyarakat Indonesia untuk laki-laki adalah 65 tahun sedangkan wanita adalah 70 tahun sehingga klaim asuransi sebelum masa proteksi berakhir pasti ada.

Di samping itu, nilai tunai dan total premi yang diberikan tidak terlalu banyak karena bunga asuransi ini hanya sebesar 4% saja per tahun. Bagian terburuknya, bunga tersebut akan dipotong pajak sehingga nasabah bisa saja mendapat nilai tunai yang rendah atau bahkan tidak sama sekali.

Asuransi Endowment

Jenis asuransi yang terakhir ini adalah asuransi endowment (dwiguna) yang merupakan asuransi jiwa berjangka dan juga tabungan. Ini berarti bahwa para pemegang polis bisa mendapatkan nilai tunai dari premi asuransi yang sudah dibayar dan bisa menarik polis asuransi dalam waktu tertentu sebelum masa kontrak berakhir. Misalnya, tertanggung butuh dana pendidikan untuk menyekolahkan anaknya, maka dia bisa mengklaim polis asuransi jiwanya dengan catatan asuransi ini hanya diberikan dalam beberapa tahun sekali sesuai perjanjian.

Kekurangan produk asuransi ini adalah preminya yang cukup mahal karena produk ini memiliki dua fungsi. Hal ini membuat jenis asuransi ini hanya diminati oleh kalangan menengah ke atas saja yang mampu mengeluarkan dana jutaan rupiah untuk membayar premi per bulannya.

Lihat tabel di bawah ini untuk membandingkan ke tiga jenis asuransi di atas:

  Asuransi term life Asuransi whole life Asuransi endowment
Premi Rendah (dapat disesuaikan dengan kemampuan pemegang polis. Kisaran polis mulai dari Rp. 8.470 per hari) Cukup mahal (kisaran polis mulai Rp. 300.000) Sangat mahal (kisaran premi mulai Rp. 3.000.000 per tahun)
Pembayaran premi Bulanan, quarteran, semesteran, dan tahunan Bulanan, quarteran, semesteran, dan tahunan Bulanan, quarteran, semesteran, dan tahunan
Durasi masa proteksi Berjangka (5, 10, 15 tahun, dan seterusnya) Seumur hidup (99 tahun) Berjangka dan seumur hidup (1-99 tahun)
Usia pemegang polis 15-75 tahun (tergantung pada peraturan perusahaan asuransi jiwa) 1 bulan sampai 70 tahun (bisa lebih) 1 bulan-90 tahun
Nilai tunai Tidak ada Ada (4% dari total premi per tahun) Ada (bisa lebih dari 4% dari total premi per tahun)
Uang pertanggungan Bisa mencapai milyaran rupiah 150-500 juta rupiah 150-500 juta rupiah
Santunan Meninggal dunia, terkena penyakit kritis dan cacat tetap total yang nilanya bisa mencapai 500 juta rupiah Meninggal dunia, terkena penyakit kritis dan cacat tetap total yang nilanya bisa mencapai 500 juta rupiah Meninggal dunia, terkena penyakit kritis dan cacat tetap total yang nilanya bisa mencapai 500 juta rupiah
Manfaat tambahan (rider) Tidak ada Ada (manfaat penyakit kritis, kecelakaan, dan kesehatan serta penangguhan premi) Ada (manfaat penyakit kritis, kecelakaan, dan kesehatan serta penangguhan premi)

Sebagai informasi tambahan, sekarang ini sudah ada asuransi jiwa berjenis Unitlink yang kian populer karena jenis asuransi jiwa ini memiliki nilai proteksi dan investasi yang menjanjikan. Ini artinya para nasabah yang membeli asuransi unitlink tidak hanya mendapatkan jaminan proteksi saja tapi juga nilai investasi dengan bunga yang cukup tinggi setiap tahunnya serta manfaat tambahan.

Investasi ini dikelola sepenuhnya oleh pihak asuransi, pemegang polis tinggal menunggu pembagian keuntungannya saja. Namun, asuransi unitlink ini juga memiliki kekurangan di mana para pemegang polis hanya akan mendapatkan polis asuransi yang rendah jika investasi mereka gagal atau hanya menghasilkan sedikit keuntungan.

SUMBER GOOGLE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s